Tidak terasa sudah hampir 1 tahun saya mengikuti pelajaran di Studienkolleg Halle dan saya harus menyelesaikannya dengan ujian FSP (Feststellungsprüfung) yang setara dengan Abitur (Ujian Nasional kelas 12). Materi yang akan keluar di FSP yaitu materi Semester 1 dan Semester 2. Pada tahun ajaran saya mata pelajaran yang diujikan hanya Bahasa Jerman (Deutsch), Matematika dan Fisika.

Pada tulisan ini saya akan bercerita tentang bagaimana pengalaman saya mempersiapkan Ujian FSP, pada saat hari-H dan juga setelah FSP.

Persiapan FSP

Tepat pada tahun ajaran saya mulai ditetapkan bahwa soal-soal FSP akan dikeluarkan berdasarkan keputusan Ministerium di Sachsen-Anhalt. Jadi dipilih 3 Studienkolleg yang berada di Sachsen-Anhalt yang terdiri dari: 2 staatliche Studienkolleg (STK negeri) dan 1 privates Studienkolleg (STK swasta). STK negeri yang dipilih adalah Halle (Saale) dan Köthen. STK swasta yang dipilih adalah STK swasta di Halle. Dari tiap STK yang dipilih akan mengeluarkan soal FSP mereka masing-masing dan mengirimnya ke Ministerium dan akan dipilih soal FSP mana yang paling tepat untuk FSP Wintersemester 18/19.

Dengan adanya percobaan baru ini saya kesulitan untuk mendapat kisi-kisi atau Schwerpunkte dari tiap mata pelajarannya. Alhasil, saya hanya mengulang sendiri dari catatan Semester 1 dan 2.

Memang sudah di tetapkan seminggu sebelum ujian FSP guru dari tiap mata pelajaran akan memberikan konsultasi mengenai persiapan ujian. Akan tetapi, tidak diwajibkan untuk datang. Saya pun tetap menghadiri tiap konsultasinya, karena saya pikir lebih bermanfaat ketimbang saya belajar sendiri di rumah. Dengan mengikuti Konsultasi saya jadi lebih sering latihan soal yang diberikan oleh guru mata pelajaran.

Selama seminggu sebelum ujian, saya selalu mulai belajar pukul 18:00 sampai pukul 21:00 atau pukul 22:00. Saya memang membiasakan untuk tidak memaksakan sampai tengah malam atau bahkan subuh karena jika dipaksakan pada saat hari-H ujian akan tidak fokus dan kurang konsentrasi akibat kurangnya tidur. Penting untuk mengutamakan tidur cukup dan sarapan yang cukup selama minggu ujian.

FSP Deutsch adalah ujian pertama saya pada tanggal 7-12-2018, lalu diikuti Mathe 10-12-2018 dan yang terakhir Physik 12-12-2018.

Hari-H FSP

Selama ujian FSP saya berusaha untuk tetap tenang dalam mengerjakan dan selalu sedia air minum dan sedikit coklat untuk menambah fokus dan konsentrasi dalam menghadapi soal ujian.

Setelah menghadapi FSP menurut saya yang paling sulit adalah mata pelajaran Fisika. Karena soal yang dikeluarkan bukan hitungan dan hafalan, akan tetapi soal yang membutuhkan  konsep serta pengertian yang lebih dalam. Maka dari itu saya mendapat hasil yang kurang memuaskan yaitu 3,7.

Perlu diketahui bahwa jika selisih antara nilai rata-rata ujian harian dengan ujian FSP jauh berbeda akan dikenakan ujian Mündlich (Berbicara). Karena selisih saya jauh berbeda hampir 1,5 maka saya wajib ikut tes Mündlich dimana saya tidak tahu-menahu soal Mündlich di bidang Fisika.

FSP Mündlich

Nah, dalam ujian Mündlich ini saya diberikan pilihan 5-6 Tema dalam Fisika. Setelah saya memilih saya mendapat tema: Induktionssgesetz von Faraday (Hukum Induksi dari Faraday).

Setelah itu saya diberikan waktu 30 menit untuk persiapan diberikan Tafelwerk (Buku yang isinya rumus-rumus) beserta Kalkulator. Dalam 30 menit itu saya harus menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Lalu ada 1 soal kecil yang harus saya selesaikan.

30 menit telah berlalu.

Saya harus mempresentasikan apa itu “Hukum Induksi dari Faraday” serta menjawab pertanyaan dari guru fisika saya.

Pada awalnya semua berjalan dengan lancar sampai dibagian soal kecil yang harus saya selesaikan. Saya bilang dengan spontan bahwa saya tidak yakin akan hitungan dan rumus saya. Saya kira si penguji akan mengurangi nilai saya, tapi ternyata tidak. Justru pengujinya membantu saya dalam menyelesaikan soal tersebut. Tidak sampai disitu saya kembali ditanya mengenai tema Bewegung (gerak). Saya ditunjukkan v-s-Diagramm (grafik kecepatan dan waktu) dan saya harus bisa menjawab dengan lancar. Soal terakhir diberikan yaitu p-V-Diagramm (grafik tekanan dan volume) dan saya kembali ditanya proses apakah dalam grafik tersebut.

Setelah itu saya diminta untuk keluar ruangan selama 1-2 menit, lalu kembali dipanggil masuk dan saya langsung diberitahu bahwa nilai saya 1,3 dan guru fisika saya memuji saya bahwa beliau senang dengan presentasi dan jawaban saya yang walaupun ada sedikit kesalahan dalam penjelasan awal. Alhasil rata-rata Fisika saya adalah 2,4 (yang sebelumnya tanpa ujian Mündlich 3,0). Saya sangat bersyukur dengan pencapaian hasil ini!

Tips dari saya, coba untuk tetap mengulang pelajaran setelah FSP, memang terkesan sia-sia, toh sudah selesai STK, akan tetapi maksud saya adalah untuk berjaga-jaga jika hasil FSP jauh dari hasil Vornote anda!

Setelah Selesai FSP (Vorpraktikum)

Saya ingin berbagi cerita juga mengenai kedatangan orang tua saya ke jerman untuk kedua kalinya. Pertama kali ke jerman mereka mengantar saya ke (Saale). Orang tua saya datang berkunjung ke tempat saya di Halle dan juga melihat keindahan kota Leipzig maupun juga mengunjungi KAFFEEkostBAR di Döbeln milik Bung Nico (atau saya menyebutnya Om Nico). Lalu, orang tua saya juga dapat kesempatan untuk mengobrol dengan Om Nico dan berbicara tentang program Pondok Arkhipus.

Jujur saya sangat senang dengan kedatangan orang tua saya yang sudah setahun tidak bertemu ayah saya dan sekitar 8 bulan tidak bertemu ibu saya.

Karena saya mengambil jurusan Teknik Mesin atau (Maschinenbau) dibutuhkan Vorpraktikum minimal 6-8 Minggu di sebuah perusahaan. Memang tidak di semua Uni mengharuskan adanya Vorpraktikum contohnya:

Akan tetapi menurut saya kenapa tidak toh juga saya masih punya selang waktu selama 6 bulan. Vorpraktikum saya mempunyai 4 Schwerpunkte / Bereiche yaitu:

  • GP1: Spanende Fertigungsverfahren an metallischen Werkstoffen (z.B Bohren, Fräsen, Drehen)
  • GP2: Umformende Fertigungsverfahren an metallischen Werkstoffen (Biegen, Richten, Nieten)
  • GP3: Thermische Füge- und Trennverfahren (z. B. Autogen-, Lichtbogen-, Widerstandsschweißen, Brennschneiden)
  • GP4: Urformverfahren von Eisen, Nicht-Eisenmetallen, Kunststoffen: (Aufbau und Riss eines Modells, Zusammensetzung der Kastenteile und Modellkerne, Formenbau, Handformen mit Modellen und Schablonen, Kennen lernen von Nass- und Trockenguss, Mitarbeit in der Kernmacherei, in der Maschinenformerei und beim Gießen)

Akhirnya saya mulai hunting perusahaan mana saja yang menawarkan Vorpraktikum. Saya mulai membuat list hampir 70 perusahaan seluruh Jerman untuk saya daftar. Dengan bantuan Bung Nico saya bisa Vorpraktikum di Rasoma Werkzeugmaschinen GmbH di Döbeln. Akan tetapi di Rasoma hanya menawarkan GP1.

Tidak sampai disitu saya juga mengikuti Vorpraktikum di Rudolph Neider KG yang merupakan Gießerei yang menawarkan GP4.

Saat ini saya masih menunggu kabar lainnya dari beberapa perusahaan yang diharapkan menawarkan GP2 dan GP3. Di penulisan selanjutnya saya akan bagikan pengalaman saya magang di 2 perusahaan diatas termasuk penjelasan tentang GP1 sampai GP4!