TU adalah kepanjangan dari Technische Universität (Universitas Tehnik) dan Bergakademie artinya Akademi Pegunungan.

Kota Freiberg memang mempunyai sejarah industri pertambangan dan oleh karena itu didirikanlah universitas yang titik beratnya di bidang tersebut.

Pak Maren dari International Office Universitas tersebut sangat terbuka untuk kerja sama di depannya untuk bisa menyambut calon pelajar Indonesia yang ingin ikuti jurusan S1/Bachelor . Memang disayangkan bahwa untuk jejang kuliah awal ini hampir tidak ada pesertanya yang bukan warga negara Jerman – pada umumnya para pelajar Internasional baru datang ke Freiberg untuk ikuti jenjang kuliah S2 dan S3.

Ranking jurusan-jurusan tehnik pertambahangan dan juga penelitiaan ilmiah untuk mineral dikatakan termasuk posisi atas di dunia dan merupakan universitas terkecil di propinsi Sachsen dengan jumlah kursi kuliah total sebanyak 4.600 saja.

Memang sudah ada beberapa Universitas di Indonesia (khususnya di pulau Jawa) yang menjadi partner dari TU Freiberg tetapi tampaknya hubungan tidak dijalani secara konsekuen dan TU Freiberg tetap terbuka untuk bisa kolaborasi dengan Universitas lainnya di Indonesia untuk bisa mengirimkan para mahasiswanya lakukan riset penelitian sesuai bidangnya selama 1 semester. Saya tentu bermimpi bisa membangun jembatan hubungan dengan Universitas di NTT sehingga pulau-pulau di sana bisa dapatkan dampak positif melalui riset yang dilakukan.

Bahan materi mengenai TU Freiberg telah diberikan lanjut kepada Gerry supaya dia bisa mempresentasikan data singkat mengenai Universitas serta kota kecil ini yang terbesar penduduknya di wilayah kabupaten Mittelsachsen.

Keuntungan kuliah di kota kecil ini di mata saya adalah:

  • Rendahnya biaya kos dan hidup
  • Rendahnya biaya kuliah per semesternya
  • Akses yang lebih mudah kepada dosen pembimbing/profesor
  • Rendahnya jumlah WNKRI disana
  • Jarak ke kota Dresden yang tidaklah jauh  (sekitar 20-40 menit naik kereta)