From the wild wild east of Germany to the west! Thanks for the opportunity to share in your midst, dear PPI Kaiserslautern!

PRELUDE

Menurut saya para pengurus PPI Kaiserslautern sangat baik dalam mengorganisir acara Kaffee Batavia Tour Herbst 2018. Mulai dari kontak yang telah diberikan sampai dengan alamat jelas di dalam kompleks TU Kaiserslautern supaya kami bisa sampai di Hall dimana acaranya akan berlangsung – semua diberikan dengan detail. Tempat parkirnya juga dekat pintu masuk ke hallnya.  Jadi kami bisa sangat cepat memindahkan peralatan kopinya dari dalam mobil.

Dengan adanya personal yang menjemput saat sudah dekat dengan tempat presentasi sangatlah memudahkan Bung Nico untuk mengetahui dimana teaptnya lokasi presentasinya.

Dalam pelaksanaan presentasi, memang agak terlambat, tapi tetaplah baik dengan adanya personal yang menyediakan formulir registrasi dan juga mengurus uang pendaftaran di pintu masuk. Tidak itu saja, bahkan ada moderator yang membantu Bung Nico dalam membawakan presentasi khususnya di awal dan akhir acara.

Melihat antusias dari para peserta yang ikut presentasi, saya pribadi merasa mendapatkan feedback yang positif, sehingga acara ini sangatlah mungkin dibuat kembali di Kaiserslautern – bahkan juga adakan ronde 2 (barista course).

Saya pribadi dalam peranan saya menjadi asisten Bung Nico juga banyak menerima pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana meracik kopi, yang tentunya dengan senang hati saya jelaskan setelah 2 jam acara presentasi tersebut telah selesai.

Para personal dari PPI KL  sopan dan ramah dalam berkomunikasi dan juga sangat baik dalam menyiapkan tempat acara serta usaha publikasi ke masyarakat Indonesia di KL.

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kerja keras para pengurus PPI Kaiserslautern yang sudah menyisihkan waktunya untuk membantu kami mempersiapkan tempat serta menyebarluaskan informasi mengenai acara presentasi Bung Nico (dihadiri oleh 18 orang: 1 orang Jerman, 1 orang Kolumbia, 16 orang Indonesia).

– Oleh Gerard Alexander Lilipaly

Sebelum Acara

Kami beneran sampai 1 jam sebelum acara dan sebagaimana telah Gerry tuliskan diatas, persiapan presentasi bisa dilakukan lebih cepat daripada di Jena karena beamer dan layar juga sudah tersedia di ruangan. Juga ada beberapa pengurus PPI yang ikut membantu.

Sama seperti di Jena saya juga berbicara dalam bahasa Inggris mengingat ada beberapa pelajar yang bukan berasal dari Indonesia dan ini juga disetujui oleh semua peserta.

Jalannya Acara

Gerry kembali meracik kopi 2x. Ketika saya menyanyikan lagu “Mittelmaß” dia meracik Robusta Specialty dari petani kopi ASNIKOM bernama Filipus Hagus.

Sama seperti di Jena saya bercerita Werdegang kami dari kegiatan perintisan yayasan di dekat perbatasan Ceko sampai dengan perjalanan jelajah 5 pulau di Indonesia setelah menemukan diri ditipu oleh sepupu di Indonesia. Filosofi 2 raja yang lahir karena bertemu dengan ketua ASNIKOM di pulau Flores bernama Lodovikus Vadirman juga saya ceritakan. Berlanjut dengan perjalanan saya di Kenya dalam misi mencari perkebunan kopi yang dielu-elukan roaster Jerman di kota Dresden sehingga saya bisa melihat banyak fakta-fakta berkaitan dengan tema “Fairtrade” dan “Directrade” yang ternyata tetap saja banyak terjadi penipuan-penipuan.

Coffee Break

Setelah lewat 1/2 waktu presentasi saya memandang perlunya ada “coffee break” dimana Gerry kembali meracik kopi. Kali ini Red Caturra Specialty dari petani kopi ASNIKOM bernama Lodovikus Vadirman yang digunakan. Apa mungkin kopi cangkir pertama terlalu banyak kadar kafeinnya sehingga untuk cangkir kedua hanya sekitar 8 orang saja yang mau? Saya tidak lanjut bertanya di akhir acara.

Q&A

Memang ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan dan saya semangat menjawabnya. Salah satunya adalah bagaimana caranya tahu kopi yang mutunya baik? Bagaimana membedakan kualitas kopi? Saya memang telah menjawab dari informasi-informasi yang bisa diberikan mengenai isi kemasan kopi tersebut:

  • Dari cara pengerjaannya
  • Tanggal roastingnya
  • Baunya
  • Tentu dari fisik biji kopi yang bisa terlihat sekiranya itu dikeluarkan dari kemasan diatas meja dengan taplak/permukaan berwarna putih.  Apa ada banyak cacatnya/berapa banyak biji yang pecah dan ukuran-ukuran yang berbeda serta warna biji-biji apakah merata sama semua?
  • Cita rasa setelah dibrew

Setelah saya refleksi dalam perjalanan pulang menyetir mobil kembali ke Döbeln saya baru ingat bahwa jawaban saya diatas adalah jawaban yang lumrahnya diberikan oleh coffee experts. Tetapi saya lupa esensi jawaban yang sebenarnya paling mendasar:

Untuk bisa tahu kualitas kopi yang baik adalah tahu sejak awalnya berapa harga biji kopi per kg yang didapatkan petani kopi di kebun mereka setelah mereka memberikan hasil terbaik di proses pengerjaan yang dimintakan.

Inilah dasar dan tolak ukur untuk tahu seberapa baik kopi tersebut. Informasi ini kemungkinan saat ini hanya bisa didapat dari kami karena kami lakukan presentasi “transparency”.

Outro

Saya malah diminta kembali memainkan 1 lagu sebagai penutup dan lagu “You Are Beautiful” saya pilih untuk menyampaikan pesan bahwa setiap kita berbeda dan itu baik adanya. Setiap kita diciptakan unik dan indah adanya. Ini kaitannya bukan ke penampakan luar melainkan potensi kita di dalam. Selama kita bisa cari tahu apa itu maka banggalah dengan itu dan hiduplah membawa dampak ditemapt kamu hidup!

Setelah acara masih berlanjut banyaknya kami berbincang-bincang dan waktu 2 jam lebih pun tak terasa sudah terpakai untuk menjalankan acara dan membangun hubungan.

Fazit

Saya sungguh menyadari sama seperti kejadian di Jena bahwa semua yang telah datang mengira bahwa pembahasan topik penekanannya adalah di tema kopi dan memang banyak pelajar Indoensia di Kaiserslautern yang tidak/belum menyukai minuman kopi sehingga kebanyakan dari mereka tidak datang meskipun sudah tahu mengenai perencanaan acara tersebut.

Ini tentu saya maklumkan. Oleh sebab itu saya sudah meminta pengurus PPI di Kaiserslautern untuk membuat review serta pemilahan topik-topik dari content yang telah saya bagikan sehingga di kunjungan saya berikutnya kita bisa kembali mengadakan acara yang sama untuk mereka-mereka yang belum datang ke acara tersebut.

Tentu saya pribadi akan upgrade dan revisi materi powerpointnya sehingga presentasi saya akan diikuuti dan juga dikunyah materinya.