Sungguh suatu awal TOUR yang membuat saya sangat semangat khususnya. Thanks to PPI Jena & IK Jena!

Terima kasih untuk Hanna Africiska Duruk serta Mas Ruri dari komunitas PPI Jena yang ikut membantu organisir bisa memakai ruangan di AWO Jena serta info pengadaan acara bisa disebarluaskan sehingga ada total 10 orang yang datang: 7 pelajar Indonesia, 1 pelajar Uganda, 1 pelajar Jerman dan 1 pelajar India (baik program bachelor, master maupun Phd).

Sebelum Acara

Saya dibantu oleh asisten saya, Gerard Alexander Lilipaly, sampai sekitar jam 14.50 sore setelah menyetir mobil sekitar 90 menit dari Döbeln. AWO adalah lokasi yang sangat mudah dicapai dari Autobahn A4. Disana kami langsung disambut Hanna dan sekitar 15 menit kami sudah bisa mengosongkan mobil dengan membawa semua kardus-kardus isi kopi dan alat peraga/brew. Jarak tempat parkir sampai ruangan acara sekitar 30 detik saja dan harus naik ke tingkat 1 dan terletak paling ujung kanan di koridor.

Ruangan ternyata sangat pas untuk kapasitas 10 – 16 orang. Di sebelah ruangan tersebut masih ada ruangan yang lebih besar untuk bisa adakan acara selanjutnya dengan jumlah peserta mungkin 20-30 orang.

Saya berbicara dalam bahasa Inggris mengingat ada beberapa pelajar yang bukan berasal dari Indonesia dan ini disetujui oleh semua peserta.

Jalannya Acara

Saya tentu memperkenalkan diri dan sembari saya membuka acara dengan menyanyikan lagu “Mittelmaß” dibantu spontan dengan Hanna ikut menyanyikannya, Gerry membuat kopi dengan metode brew V60. Ternyata para pelajar Indonesia ingin tahu lihat bagaimana langkah-langkah detail dari Gerry membuat kopi tersebut. Kopi yang kami gunakan adalah Arabica Specialty (SL-795) dari Pak Simon Thober dari Flores Manggarai Timur. Ini kopi yang rasanya mild – level 1/7. Berikutnya Gerry juga kembali brew menggunakan Robusta Specialty dari Pak Filipus Hagus yang kadar kafeinnya 2-4x lipat daripada SL-795 dan karena Röstprofil kami light roast maka terasa tetap mild – level 2,5/7 (saya dan istri sukanya begitu!).

Vortrag saya memang banyak menggunakan slideshow yang contentnya memang gambar-gambar dari perjalanan awal saya mengunjungi 5 pulau di Indonesia di awal 2015 untuk mendapatkan biji-biji kopi terbaik yang bisa saya beli langsung dari petani kopi termasuk awal perintisan coffee bar/ coffee roastery saya di pedalaman Jerman Timur yaitu di Döbeln. Semua point-point utama yang memang sudah saya kemukakan di poster acara tentu saya bahas meskipun bobot setiap point berbeda-beda. Memang intisari dari kualitas biji kopi, baik pengerjaan, perawatan tanaman serta proses roasting (sangrai) dan juga brewing tidak saya bahas banyak karena ini membutuhkan sesi sendiri.

Saya lebih banyak memberi pembekalan ke arah “mental manusia Indonesia” yang berani membawa dampak dimana kita ada – juga di Jena. Filosofi 2 Raja saya juga jelaskan dan tema serta fakta-fakta yang masih menyedihkan dari “fair trade” dan “direct trade” saya juga bukakan karena memang saya banyak melihat pribadi di belakang layar.

Intermezzo

Setelah 3/4 waktu berjalan kami mendapat surprise karena ternyata ada beberapa pelajar Indonesia yang menyiapkan lemper yang wuenak sekali (layak saya jual di coffee bar saya) serta kue. Ini kontribusi mereka untuk semua peserta. Kaget kami semua.

Outro

Di sesi Q&A tentu ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan dan saya jawab apa adanya. Sungguh saya bisa merasakan sepanjang waktu presentasi bahwa semua peserta antusias dan khususnya setelah selesai acara bisa terasa kehangatan hubungan yang bisa terjalin dan feedback-feedback yang diberikan memang semua yang hadir mengira bahan-bahan bahasannya titik beratnya ke kopi padahal yang saya ternyata bagikan banyak sekali point-point pembekalan yang banyak bisa di terima dan dibawa lanjut jadi pegangan dan motivasi untuk setiap peserta terlepas dari kenyataan apa mereka minum/suka minuman kopi atau tidak.

Fazit

Oleh sebab itu saya sungguh berharap di pertengahan November nanti atau awal Desember saya bisa kembali ke Jena untuk mengadakan acara ini kembali untuk berbicara pada para pelajar Indonesia lainnya yang ada di kota tersebut. Saya dengar ada sekitar 100 pelajar disana. Termasuk ini kesempatan pelajar Indonesia ikut mengajak pelajar Jerman atau negara-negara lainnnya di semester/fakultas mereka sebab apa yang saya bangun memang hampir belum pernah ditemukan.

Saya juga berencana adakan sesi kedua (round 2) untuk mereka yang sudah ikut presentasi sesi 1 (overall) dengan titik berat sungguh kopi – knowledge tentang specialty coffee dan peracikannya. Yah, semacam crash course barista. Info selanjutnya akan saya jabarkan tentunya di website ini. Ditunggu tanggal mainnya yah.