PRELUDE

Sungguh menjadi suatu kehormatan untuk Jena menjadi kota “Pembuka” dari Kaffee Batavia Herbst Tour dari Ko Nico.

Pada awalnya saya tidak terlalu berharap kalau akan banyak orang yang datang. Perkiraan saya pada awalnya hanya cukup untuk kumpul 4 sampai 6 orang, supaya presentasi tetap bisa dijalankan seperti yang Ko Nico sudah sampaikan diawal).

Namun mendekati hari “H” ternyata malah terkumpul 10 Orang. Ini membuat saya semakin antusias! Tentunya semua ini bisa tercapai karena ada Bang Ruri (anggota PPI Jena) yang membantu khususnya dalam hal menyebarkan info mengenai acara ini  di group “Jena Rock n Roll”, sehingga ada pelajar-pelajar Indonesia yang tertarik untuk ikut join datang ke presentasinya Ko Nico.

Saya pun mengaktifkan juga IK (Internationaler Kreis) Jena, dan mengundang teman-teman dari bangsa lain untuk join ke presentasi tersebut dan ini disambut dengan respon yang positif. Mereka tertarik untuk mengetahui salah satu kualitas kopi terbaik yang dipresentasikan oleh Ko Nico nantinya

Meskipun beberapa dari mereka ada juga yang bukan penikmat kopi, namun mereka tetap tertarik untuk hadir, karena apa yang disampaikan di presentasi tersebut, membuka wawasan kita dan memberi pembekalan-pembekalan yang sangat positif bagi kita para pelajar, akan pentingnya menjadi dampak dimana kita ditempatkan (untuk sekolah, kuliah, dan bahkan kedepannya untuk bekerja).

Karena sebelumnya saya sudah mendengar topik presentasi yang akan dibawakan oleh Ko Nico maka saya rindu untuk bisa bagi pengalaman ini di kota dimana saya kuliah saat ini yaitu Jena.

Dan ketika Presentasi berlangsung, saya melihat wajah-wajah serius yang sangat menyimak apa yang disampaikan Ko Nico, dan juga pertanyaan-pertanyaan yang mengusik rasa ingin tahu mereka, dan feedbacks di akhir acara. Mereka sangat bersyukur karena mendapat pembekalan yang berharga, yang selama ini mereka tidak ketahui. Diantaranya, die Wahrheit über “fair trade vs direct trade”, dan kebenaran tentang kopi (dan hasil kekayaan alam lainnya) yang belum dipasarkan dengan selayaknya, dan ini terus merugikan petani-petani kopi. Tentunya dengan filosofi “Dua Raja” tersedia pembekalan yang baik, bilamana kami nantinya ingin terjun dalam bidang bisnis (trading).

Saya ingin mengucapkan terimakasih untuk Bang Ruri, Nesya dan Tiara, yang juga tidak diduga duga sudah menyediakan kami lemper dan snack lainnya untuk presentasi ini. Tentunya juga untuk pelajar-pelajar Indonesia yang lainnya, yang sudah mau datang dan luangkan waktu, terimakasih banyak! Kalian tentu mendapat pembekalan yang berharga!

Semoga Sesi Kedua Tour Herbst Ini diadakan lagi di Jena dan semakin banyak pelajar Indonesia yang lain yang bisa hadir, atau bahkan yang kemarin sudah hadir, bisa mengundang pelajar Indonesia lainnya dan juga teman-teman dari bangsa lain untuk bisa datang! Thanks to also for IK Jena 🙂

Hayoo, ditunggu ya kedatangan kalian di kota Döbeln!!! Kalau belum ada plan untuk libur Natal, bisa join sama saya ke Döbeln, karena saya akan merayakan Natal tahun ini bersama “The SIhombings” disana 🙂

Thanks Ko Nico dan Gerry sekali lagi yang sudah memberi kesempatan Jena menjadi kota “Pembukaan” untuk Tour Herbst ini!

– Oleh Hanna Africiska Duruk