Ini adalah acara “premiere” buat saya sebab diadakan oleh komunitas Jerman yang sengaja mengundang saya untuk memberikan pembekalan.

Kontak saya bernama Markus Wiebe* yang adalah pekerja sosial Jerman (Kaleidoskop UG) di Bickenbach (dekat Darmstadt). *

Ruangan yang kami pakai adalah gedung gereja FEBG Bickenbach (Freie Evangelische Baptisten Gemeinde) yang sangat mudah ditemukan karena letaknya langsung di depan stasiun kereta Bickenbach dan ada banyak parkiran disana. Juga buat para pelajar Indonesia seharusnya sangat mudah untuk pergi kesana.

Kami sampai tepat waktu (45 menit sebelum acara dijalankan) dan acara dimulai jam 19.10 karena memang saya berharap ada lebih banyak lagi pelajar Indonesia yang berniat datang. PPI Frada telah membantu saya untuk menyebarkan informasi pengadaan acara ini dan untuk itu saya bersyukur tentunya. Ada 3 pelajar Indonesia yang datang sementara sekitar 12 orang Jerman (umum) yang menghadiri acara ini. Jadinya presentasi saya lakukan dalam bahasa Jerman.

Tentu setiap peserta mendapatkan 2 racikan minuman kopi yang dilakukan oleh Hanna Africiska Duruk sebagai asisten saya. Di awal acara kita suguhkan minuman level 2/7 yaitu Yellow Caturra Hell dari Ibu Y. Hasa (ASNIKOM, Flores Manggarai Timur) dan di pertengahan acara level 7/7 yaitu Red Caturra Specialty dari Bpk. Lodovikus Vadirman (ketua ASNIKOM).

Saya secara pribadi merasa komunitas Jerman sangat antusias mendengarkan materi presentasi saya sebab tampaknya memang belum pernah mereka dengarkan fakta-fakta mengenai dunia dagang kopi secara langsung khususnya banyaknya marketing yang jahat yaitu cerita kebohongan-kebohongan yang merajalela hanya karena para traders di Jerman ingin punya omset tinggi!

Tak terasa waktu berjalan cepat dan sekitar jam 20.45 saya sudah selesai dengan materi level I saya. Langsung saya diminta berdialog dengan para peserta Jerman seusai acara dan ada beberapa yang membeli kopi serta sabun kopi dengan bahan kopi dan minyak kelapa dari kami yang diproduksi di Striegistaler Seifenmanufaktur di  Marbach, dekat Döbeln.

Feedback dari para peserta Jerman sangat baik adanya dan mereka mengundang saya untuk kembali datang. Saya berharap tahun depan bisa mengadakan acara yang sama dan berharap juga untuk bisa berbicara di hadapan banyak pelajar Indonesia yang ada di daerah Frankfurt – Wiesbaden – Darmstadt tentunya!

Markus membuka komunitas gerejanya untuk banyak orang Jerman bisa ikut mengalami presentasi dan pembekalan saya. Beliau mendapat referensi dari seorang temannya yang saat ini masih bekerja di Bad Gandersheim dan sudah 2x mengalami kami dengan sangat positif di acara Männerkonferenz di Glaubenszentrum, Bad Gandersheim. Dia sangat suka kopi khususnya dan telah menggeluti dunia kopi (meski baru kualitas premium) sejak 10 tahun terakhir dan merintis yayasan melalui usaha kopinya untuk membantu pendanaan kehidupan seorang pekerja sosial Jerman-Italia yang terjun di Roma, Italia.