Prelude

Kembali saya telah melakukan kunjungan homestay ke-6 di Flores Manggarai Timur dari tgl. 26 sampai 31 Desember 2018. Suatu kunjungan yang sangat berarti karena untuk pertama kalinya istri saya, Eva Elsbeth Sihombing, bisa ikut datang untuk mengenal langsung para pribadi petani-petani kopi yang barangnya sudah kami presentasikan dari awal 2015. Kedua putri kami bisa kami titipkan di rumah kediaman ibu saya di perbatasan Jakarta Selatan.

Memang sudah direncanakan sejak bulan Oktober 2018 bahwa kami sesungguhnya ingin mempresentasikan program Pondok Kasih Arkhipus (disingkat POKAPUS) kepada pemerintah daerah (disingkat PEMDA) khususnya di Flores Manggarai Timur tetapi karena jadwal kami tidak memungkinkan untuk menggeser waktu kunjungan ke awal Januari 2019 maka tetap kami fokuskan waktu untuk lanjut memupuk hubungan dengan petani-petani kopi ASNIKOM.

PEMDA Flores Manggarai Timur

Website

Adalah suatu kejutan buat saya bahwa pada tanggal 29 Desember kemaren, ketua ASNIKOM, Pak Lodovikus Vadirman, telah mempersiapkan jadwal untuk bertemu dengan Pak Yohannes Sentis yang saat itu menjabat sebagai kepala dinas perikanan di PEMDA Flores Manggarai Timur – langsung di lokasi rumahnya di kota Borong.

Beliau ternyata mulai awal Januari 2019 akan kembali dilantik menjadi kepala dinas pertanian karena senior yang menjabat sudah pensiun. Pertemuan itu sungguh berarti karena semangat, visi serta misi Pak John (biasa dipanggil begitu) ternyata selaras dengan apa yang kami pribadi juga perjuangkan yaitu untuk membangun manusia seutuhnya, baik di pedalaman Flores Manggarai Timur serta juga di pedalaman Jerman Timur yaitu Döbeln dan daerah sekitarnya.

Program POKAPUS telah saya jelaskan kepada Pak John beserta istri dan mereka sungguh kagum dan bersyukur bahwa memang pilihan kami untuk membukakan akses dan memprioritaskan putra-putri terpilih dari Flores Manggarai Timur untuk diberangkatkan ke Jerman Timur serta bisa ikuti pendidikan vokasi atau juga berjuang ikuti program S1 di jurusan yang mereka pilih atau mungkin studi budaya Au-Pair selama 6 sampai 18 bulan. Pak John telah memberikan saya akses untuk menunjukkan video perkenalan saya kepada Bupati Flores Manggarai Timur, Bpk. Andreas dan saya harapkan kakak saya, Christa Sihombing, yang memang menjadi perwakilan saya di Indonesia diperkenankan untuk datang ke Borong di awal tahun ini dan presentasikan langsung program POKAPUS in di hadapan beliau dan PEMDA juga.

Bersyukur kalau program Pondok Arkhipus di Jakarta sudah bisa dimulai bulan Mei 2019 sehingga saya atau Pak Andreas (Bapak Bupati) nanti bisa lihat langsung kegiatan tersebut di Jakarta. Juga saya berharap mengenai proyek kakao fermentasi ke Bali. Ini kerja yang bisa segera saya mulai. Pada bulan Febuari sudah bisa kirim contoh kakao tersebut!

Saya pun sejak tanggal 3 Januari lalu sudah ditugaskan kembali untuk tangani dinas pertanian oleh Bupati walaupun masih rangkap dengan perikanan. Mungkin karena kuatnya kemauan dan semangat kita untuk urus kopi, cashew dan lain-lain. Terutama kunjungan Nicolas dan Mama Lilli saya rasa sangat spesial dan banyak membawa harapan baru untuk kemajuan Flores khususnya Manggarai Timur.

– Kepala dinas pertanian dan perikanan Flores Manggarai Timur, Yohannes Sentis

Dari pengalaman berharga diatas maka setelah istirahat di Bali selama 1 minggu, maka tgl. 6 Januari 2019 saya mulai mengetuk beberapa pintu SMA di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan untuk mendapatkan kesempatan berbicara di hadapan guru BK dan juga kepala sekolah, demikian daftar sekolah yang telah kami kunjungi di tanggal 9-11 Januari 2019:

  • SMA BPK Penabur di Bintaro Jaya sektor 7
  • SMU Pangudi Luhur di Jln. Brawijaya 4, Jakarta Selatan
  • SMA Santa Ursula di Serpong
  • SMA Tirta Marta BPK Penabur di Pondok Indah, Jakarta Selatan

Demikian review dari tiap presentasi di bawah ini.

SMA Tirta Marta BPK Penabur di Pondok Indah, Jakarta Selatan

Jl. Sekolah Kencana IV, Pondok Indah
Kel. Pondok Pinang, Kec. Kebayoran Lama
12310 Jakarta Selatan
Telp : 021-7656615

Website

Sangat membuka wawasan! Tidak cuman buat ke Jermannya tapi juga tentang perang yang sebenarnya terjadi di dunia perekonomian. Menginspirasi banget juga karena dia bisa menunjukkan rasa cinta tanah airnya yang begitu besar!

– Arella, kelas 12

Tgl. 9 saya sudah bertemu dengan kepala sekolah dan juga salah seorang guru BK dan tgl. 10 saya diperbolehkan untuk berbicara alngsung di hadapan seluruh kelas 12 karena memang kebetulan minggu itu adalah minggu motivasi sehingga presentasi saya bisa dimasukkan spontan ke dalam program minggu tersebut.

Hasilnya sungguh baik karena respon anak-anak di akhir acara menunjukkan saya bahwa mereka sangat menghargai bahan yang telah saya bagikan sebagaimana beberapa review bisa dibaca baik diatas maupun dibawah ini. Bahkan ada anak-anak yang menghubungi saya dan menyatakan keinginan mereka untuk lakukan “live in/homestay” di Flores Manggarai Timur. Dengan senang hati saya akan bagikan informasi dan sampaikan kepada pihak ASNIKOM serta titik-titik tempat kunjungan sebab dipastikan mereka yang memberikan nama saya sebagai referensi di Flores akan merasakan

Halo, saya Cristy. Saya mengikuti acara Bung Nico di sekolah saya. Acara Bung Nico ini sangat  keren!

In general, sharing yang disampaikan kemaren oleh Bung Nico sangat menginspirasi anak-anak muda yang kebanyakan masih bingung tentang jati diri mereka. Sharing Bung nico tentang kedai kopi kecil yang mulai mengubah kehidupan di kota Döbeln sangat menginspirasi saya dan teman-teman, dan menyadarkan kami bahwa dari hal-hal kecil atau bahkan yang sangat tidak terpikirkan sekalipun, seperti kedai kopi dapat mengubah seseorang ataupun seisi kota. Siapa yang berpikir dapat mengubah kota lewat kedai kopi?

Ketika Bung bercerita tentang Pondok Arkhipus-nya di Bintaro, saya serta teman-teman terkagum, atas dasar apa Bung mau menmbantu teman-teman dari indonesia supaya berhasil di Jerman. Sharing itu mungkin saja menyadarkan teman-teman bahwa memajukan negara Indonesia bisa lewat hal-hal seperti itu. Membangun sesuatu sesuai passion kita dan membantu sesama!

Ketika Bung bercerita tentang perjalanannya menjelajahi kopi nusantara dan membantu petani kopi disana lebih sejahtera dengan tidak membeli kopi mereka di harga murah, saya dan teman-teman kembali terkagum. Saya pikir dalam hati “Bung ini tidak pernah puas sebelum membagikan ilmu kepada setiap orang yah?”.

Cerita Bung ini bisa menginspirasi anak-anak muda bahwa menciptakan keadilan sosial di negara kita ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas anak-anak muda seperti mereka yang telah menjadi pemilik cafe, restorant, yang baru merintis usaha. Mereka harus menyadari bahwa “the real hero” yah mereka-mereka para petani, pengrajin tanah liat, dan lain-lain yang selama ini saayngnya belum merasakan keadilan dari hasil kerja payah mereka.

Personally, lewat sharing Bung Nico, saya menyadari bahwa Tuhan dapat hadir dimana saja, lewat siapa saja! Jujur ketika Bung bercerita bahwa dari kecil dia lebih senang memperhatikan desa-desa kecil, saya melihat hal yang sama yang saya alami, dari kecil saya senang berteman dengan mereka yang dikucilkan, pemahaman saya yang saya pegang hingga saat ini adalah “semua orang berharga di mata Tuhan”. Dan hal itu juga yang dikatakan Bung Nico kepada orang-orang di Döbeln lewat kedai kopinya. Saya sangat terinspirasi dan semakin yakin untuk menerima panggilan itu. Dan saya bisa memulainya dengan hal-hal sederhana di masa muda saya.

Saya sangat berterima kasih kepada Bung Nico! Semoga apa yang tengah dirintis sekarang terus berkembang, dan semua orang boleh merasakan uluran tangan Tuhan dalam hidupnya, dan menemukan Tuhan, seperti Bung Nico telah ditemukan Tuhan di Jerman. God bless!

– Cristy, kelas 12

SMU Pangudi Luhur di Jakarta Selatan

Jl. Brawijaya IV Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Indonesia Telp. (021) 7243556

Website

Karena memang saya adalah alumni yang dari waktu ke waktu selalu jaga hubungan yang baik dengan para guru-guru SMU khususnya Pak Gigih, guru matematika, yang juga mengenal baik almarhum ayah saya yang dulunya beliau terjun sangat aktif di POMG SMU ketika saya ada di kelas 3, maka saya malah diminta berbicara di hadapan seluruh siswa dan guru-guru juga hadir. 1 jam pelajaran penuh.

Acara kemaren bagus memotivasi anak-anak untuk hidup berbisnis mulai dari bawah, dan memberi masukan bagaimana cara membuat usaha di luar negeri.

– Richard O’Neal Tukan, kelas 12 IPA

Kalau kata gue sih, dia “out of the box” karena dia buka usaha di Jerman terus dia memperjuangkan para petani di Indonesia dan ngenalin kopi kita disana

– Adrian Bagas, kelas 12 IPS

Bagi saya termotivasi menjadi wirausahawan muda yang bermanfaat dan membuat saya makin berwawasan tentang apa dan bagaimana kehidupan berusaha, belajar di luar negara sendiri.

– Nevan Alsya K, kelas 12 IPS

Acara kemaren sangat memperluas wawasan saya tentang bagaimana cara mencari kesempatan dalam membuka sebuah pekerjaan dan memanfaatkannya dengan baik, contohnya menyebarkan nama Indonesia lewat kedai kopinya.

– Carlos Gabrial, kelas 12 IPA

Acara kemaren sangat informatif bagi saya, terutama mengenai mencari dan mengambil oportunitas untuk membuka suatu usaha.

– Jason Ralf, kelas 12

Sungguh saya bersyukur bisa berbicara serta ada kontak-kontak anak-anak kelas 3 yang salah satunya memang ingin ikut bekerja langsung di Jerman atau pendidikan vokasi. Saya berharap bisa menerima yang bersangkutan untuk ikut program perdana kami dimulai di pertengahan bulan April 2019 setelah yang bersangkutan selesai UN.

Setiap tahunnya saya akan berkomitmen memberikan bahan-bahan kemandirian dan juga identifikasi diri (tema harga diri) untuk para murid SMU PL karena saya ingin tiap-tiap anak laki-laki ini sadar dan mawas diri apa artinya diciptakan sebagai seorang pria yang beranjak dewasa!

SMA BPK Penabur di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan

Jalan Haji Som No.35
Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229, Indonesia
Telp : 021-7486 2148

Website

Kami bertemu dengan guru BK bernama Ibu Juliyanti dan bersyukur bahwa kami dperbolehkan untuk memasang poster info program POKAPUS serta jadwal open house untuk kunjungan langsung di lokasi kami di MADING sekolah tersebut.

Ibu Juliyanti juga akan bantu menyebarkan informasi kepada siswa-siswa yang memang ingin tahu informasi lebih dalam.

SMA Santa Ursula di Serpong

Jln. Letnan Sutopo Sektor I.2
Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan
Phone: 021-5372641-2

Website

Kepala sekolah, Ibu Aniek Pamungkasih, yang telah meluangkan waktu bertemu dengan saya dan kakak saya pada tgl. 10 Januari menggunakan kesempatan yang ada untuk saya bisa berbicara pada tgl. 11 Januari di hadapan banyak siswa yang ternyata memang tertarik untuk mendengarkan acara pembekalan dan penambahan wawasan dari saya. Dari kelas 10-12 banyak yang ikut hadir. Ibu Aniek sangat menghargai fakta-fakta bahwa salah satu murid terbaik sekolahnya di bidang Biologi yang bernama Samuel Sianturi memang mengenal saya secara pribadi dan memang Samuel menyambut hangat niat saya untuk presentasi beri wawasan di bekas SMA-nya.

Memang baru saya ketahui di tgl. 10 bahwa SMA ini bekerja sama erat dengan lembaga bahasa Goethe Institut dan bahkan dari jenjang SMP para siswa sudah bisa belajar bahasa Jerman dari level A1-1 dan bisa menyelesaikan di kelas SMU sampai level B2-2. Sungguh suatu komitmen dan program yang sangat baik tentunya.

Disayangkan bahwa memang banyak siswa yang memang mengerti baik bahasa Jerman dalam tulisan dan grammar ternyata ketika diminta presentasi spontan kemampuan berbicara bahasa Jermannya malah kedapatan sangat kurang kemampuan berinteraksinya karena memang bahasa itu harus dipakai untuk sehari-hari untuk berbicara dan di Indonesia hal ini sangat kurang bisa dilakukan kecuali ada environment yang mendukung dimana ada orang-orang yang memang menggunakan bahasa tersebut dan itulah yang kami bangun di POKAPUS karena ibu dan kakak saya fasih berbahasa Jerman!

Konklusi

Kami berharap sudah bisa menginstalasi program Kommunikationsunterricht (kursus komunikasi/interaksi 100% dalam bahasa Jerman) di kediaman rumah kami atau di sekolah yang bersangkutan setiap minggunya setelah selesai waktu sekolah dimulai dari minggu ke-1 Febuari 2019 sampai minggu ke-2 bulan April 2019 (total 10 sesi atau 10 minggu berturut-turut)!

Bahkan saya akan gerakkan anak-anak muda Jerman dari sekolah di Döbeln untuk kelas 10 supaya bisa setiap minggunya siap kontribusi jasa mereka untuk dukung program latihan percakapan semacam “skype conference” meskipun tidak secara langsung (live conference) sebab adanya perbedaan waktu 6 jam antara Jerman dengan Indonesia WIB. Tetapi dengan bimbingan dari kakak dan ibu saya bisa terjadi ada percakapan dalam bahasa Jerman yang dilakukan antara anak-anak di Jerman Timur dengan mereka yang datang ke kediaman rumah ibu saya atau di sekolah-sekolah yang akan bekerja sama dengan kami untuk bercakap-cakap langsung dalam bahasa Jerman.

Mendengarkan langsung secara spontan dan adanya ruang untuk melakukan kesalahan-kesalahan adalah nilai kehidupan yang ingin kami sudah terapkan di dalam POKAPUS.

Info selanjutnya akan kami sampaikan ke SMA Santa Ursula di  minggu depan!