*Ketua PPI Hannover yang bernama Akbar Marpaung memang sudah berminggu-minggu sebelum acara diadakan berkoordinasi dengan saya dan diapun sudah tunjukkan teaser video saya untuk acara Kaffeevortrag ini bahkan di event Willkommen Party WiSe 18/19 yang diadakan PPI Hannover untuk menyambut para pelajar Indonesia yang baru untuk semester ini tepat seminggu sebelum acara saya disana.

Ini beberapa pembelajaran saya:

  • Ternyata tiap-tiap PPI yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Jerman sudah punya program tahunan masing-masing. Jadi jadwal mereka memang sudah padat semua sehingga adanya inisiatif acara pembekalan saya yang memang baru saya publish di waktu liburan summer mereka kemaren cukup membuat tiap-tiap pengurus PPI agak susah untuk menimbang-nimbang penawaran saya sebab agak susah dimasukkan di sela-sela jadwal padat mereka. Saya sungguh bisa mengerti itu dan berharap di tahun depan di kepengurusan PPI yang baru di tiap kotanya maka jadwal acara saya bisa dimasukkan ke program tahunan mereka sebab ini sungguh bermakna dalam buat masing-masing komunitas tentunya!
  • Tiap komunitas PPI tentu berbeda-beda. Saya kira awalnya semuanya cukup sama level organisasinya seperti yang telah saya alami dengan kepengurusan PPI di Kaiserslautern yang sungguh saya puji! Ternyata di Hannover cukup berbeda. Meskipun saya sudah sampaikan bahwa saya akan sampai agak mundur dari rencana saya tetapi saya akan sampai tepat waktu sesuai acara. Ternyata ketika saya sampai malah saya lebih awal dari pengurusnya karena mereka pakai waktu mereka untuk mengaji dulu. Ini dikarenakan fakta bahwa sudah lebih dari 3 tahun terakhir semua acara yang diadakan PPI Hannover rata-rata pengunjungnya datang terlambat (normalnya acara baru dilaksanakan mundur waktu 30 menit dari yang telah direncanakan). Tentu saya kaget mendengar fakta-fakta tersebut karena ini jauh dibawah standar profesional dan etos kerja saya yaitu tepat waktu atau di komunitas Jerman Timur dikatakan “tepat waktu” adalah 5 menit sebelum acara dimulai maka kita hadir!
  • Tempat parkiran cukup jauh dari ruangan yang ada di tingkat 2 gedung Universität Hannover yang memang besar dan megah artinya minimal harus jalan 5 menit untuk sampai ke ruangan (atau 10 menit untuk bolak balik ke mobil). Ini sangat merepotkan dan menghabiskan waktu/tenaga.
  • Demikian juga dengan mindset beberapa pengurus PPI Hannover bahwa membantu acara berarti juga gratis ikutan acara. Saya baru dapat tahu pertanyaan/statement ini tepat 1 jam sebelum saya sampai di lokasi. Akbar bertanya apakah pengurus PPI yang ikutan membantu saya akan bisa dapat ikuti acara secara gratis. Tentu ini membuat saya kembali mempertanyakan kemampuuan saya untuk menjelaskan nilai-nilai perjuangan saya untuk bisa mengadakan acara pembekalan ini. Pengurus PPI di kota-kota lainnya seperti Kaiserslautern dan Mannheim sangat rela membayar sekiranya mereka bisa ikut serta di acara.

Karena saya sudah sampai di lokasi dan saya baru tahu mindset pengurus PPI Hannover dan juga rata-rata pelajar Indonesia disana maka saya putuskan berikan teaser saja sebab saya juga harus lanjut tepat waktu pergi ke Göttingen sebab ditunggu di malam hari jam 18.15 untuk acara pembekalan disana. Di Hannover acara benar mundur ke waktu 35 menit dari waktu yang saya awalnya rencanakan dan meskipun telah dipersingkat tetap saya juga sampai agak telat ujungnya di Göttingen – tentu saya sudah menginformasikan ke contact person di Göttingen.