Inilah Ibu Dwi, ibu saya dengan cucunya (putri sulung kami) di Klosterbuch, Leisnig, acara Schulfest 2017

Untuk Siapakah Program Ini

  • Pelajar yang baru selesai SMU dan ingin kuliah S1 di Jerman
  • Pelajar yang ingin dapatkan pendidikan vokasi/pelatihan bekerja 3 tahun di Jerman (saya punya banyak akses ke pemilik usaha-usaha kecil, menengah dan besar di kabupaten saya yaitu Mittelsachsen. Mereka mencari peminat-peminat yang ingin ikutan program ini di perusahaan mereka).

Native Speaker Jerman Setiap Hari

Ibu saya, Ibu Dwi, setelah menyelesaikan Ausbildung sebagai Guru TK atau Erzieherin/Kindergärtnerin di Bochum di tahun 70-an dan sepulangnya beliau kembali ke Jakarta, (maka) langsung diterima menjadi guru TK di sekolah Jerman DIS . Disanalah ibu saya mengabdi 40 tahun lebih sampai pensiun beberapa tahun yang lalu. Kakak saya, Christa Sihombing, telah kuliah di FH Wiesbaden sampai awal tahun 2004 an.

Ibu dan kakak saya fasih berbahasa Jerman bagaikan bahasa sehari-hari (layaknya native speaker!). Sehingga para peserta program dilatih untuk berbicara bahasa Jerman dengan mereka, yang pasti bertemu setiap hari.

Program 10-12 Minggu Intensiv Belajar Bahasa Jerman A1, A2 dan B1 Di Jakarta, Indonesia

Mulai: Minggu, 16 Juni 2019.  Akhir: Jumat, 2 August 2019 (total: 12 minggu – tetapi karena terpotong hari-hari libur raya maka program kursus intensiv sebenarnya hanya di dapat bersih 10 minggu saja).

Berbeda dengan semua program belajar bahasa Jerman lainnya di Indonesia, program Pondok Arkhipus adalah program homestay (langsung tinggal di kediaman rumah Ibu saya) – di lantai atas yang adalah flat/apartemen* dengan 3 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 living room termasuk dapur!

*Kondisi ruangan-ruangan memang masih belum dalam keadaan sebenarnya yang akan nantinya diaktifkan dengan full furniture seperti meja-meja belajar, tempat-tempat tidurnya serta living room dan ruang belajar bersama untuk kursus bahasa setiap harinya (Senin – Jumat). Secepatnya ada komitmen bagi mereka yang mau mendaftar untuk bulan Juni 2019 nanti maka ruangan-ruangan akan diisi dengan furniture yang baru dan baik adanya. Nanti tentunya akan ada update foto-foto sekiranya ada perubahan di kamar-kamar di bawah ini.

Pondok Kasih Arkhipus menerima max. 6 calon-calon mahasiswa/-siswi lulusan SMA untuk dilatih selama 3 bulan (10-12 minggu) baik dari kemampuan berbahasa Jerman maupun cara hidup untuk siap menjadi dampak, mewarnai Jerman, dengan aktivitas-aktivitas pokok setiap hari/minggunya:

  • Senin– Jumat kursus intensif bahasa Jerman (guru bahasa didatangkan langsung ke lokasi sehingga tidak ada waktu terbuang karena macet)
  • Skype Conference 15-30 menit dengan siswa Jerman kelas 11 atau 12 dari Döbeln (per minggunya) – disesuaikan dengan tema kosakata Jermannya yang telah dipelajari
  • Disiplin mengatur budget keuangan mingguan/bulanan
  • Belanja bahan makanan (dan perawatan tubuh) yang juga bisa ditemukan di Jerman
  • Masak masakan khas Indonesia ala student yang sehat, bergizi dan bermutu untuk bisa juga layak disajikan untuk teman-teman pelajar yang bukan asal Indonesia.
  • Disiplin menjaga kebersihan pribadi dan bersama (toilet, kamar mandi, dapur, ruang living room dsb)
  • Lifestyle menjaga keseimbangan dari pembagian waktu:
    • belajar
    • berolahraga
    • beristirahat/rileksasi
    • entertainment
    • sosialisasi
    • jaga hubungan dengan Tuhan
  • Bahan pembekalan dari saya (per minggunya lewat video series) untuk mengenal mindset orang Jerman

Tiap kamar (total 3) dibagi max. 2 orang saja per kamar (dan tentu saja pria dengan pria dan wanita dengan wanita).

Pondok Arkhipus bukanlah agen melainkan tempat persiapan untuk mengayomi para calon pelajar untuk Jerman.

Orangtua dan pelajar harus mengurus sendiri pendaftaran STK (untuk Jermannya) dan Visa untuk Jerman. Tentu semua Todo-List akan kami berikan dan kami siap memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul.

Program kursus dasar bahasa Jerman Level A1, A2 sampai B1 di Indonesia dilakukan per 3 bulan.

Program 2 Bulan Intensiv Belajar Bahasa Jerman B2 Di Döbeln, Jerman Timur

Dari Jakarta kami akan melepas pelajar-pelajar pergi ke Döbeln (sekitar 70 menit perjalanan naik kereta dari kota Leipzig) untuk bisa mengambil kursus bahasa Jerman Level B2 privat yang akan dikerjakan oleh istri saya yang adalah warga negara Jerman yaitu Eva Elsbeth Sihombing.

Diharapkan dengan ijazah B2 yang akan didapatkan di akhir Oktober 2019 maka setiap pelajar siap ikut ujian STK di Jermannya di Sommersemester 2020 dan mereka akan dilepas ke kota dimana mereka diterima STKnya. Tentu hubungan akan tetap dijaga baik selanjutnya baik dari Pondok Kasih Arkhipus maupun Döbeln.

Program berikutnya adalah Oktober – Desember 2019 // Januari – Maret 2020 // April – Juni 2020 // Juli – September 2020 dan seterusnya. Sekiranya ternyata ditemukan ada makin banyaknya permintaan ikutnya anak-anak pelajar Indonesia atas konsep Pondok Kasih Arkhipus ini maka salah satu rumah cluster bisa diaktifkan untuk dikhususkan untuk menampung lebih banyak anak-anak pelajar lagi.

Saya dari Döbeln akan melakukan kunjungan bulanan ke kota-kota Jerman lainnya  sambil melakukan TOUR Kaffeevortrag/-schulung dan pembekalan KAFFEE BATAVIA dimana para pelajar bisa diikutsertakan untuk ikut praktikum sehari-harinya di Coffee Roastery dan Bar di Döbeln. Dipastikan bahwa setiap pelajar setiap minggunya akan bisa saling sharing pengalaman dan dikuatkan mental dan moralnya.

Berapa Biaya Program 10-12 minggu di Indonesia

Update: 30 Januari 2019 (bisa jadi akan ada perubahan sewaktu-waktu sekiranya ada biaya-biaya yang terlupakan!)

Rp. 48 juta/peserta (artinya per orang dikenakan Rp. 16 juta/bulan)

Sudah termasuk:

  • Biaya kursus intesiv (guru les)
  • Buku-buku kursus dari level A1, A2 dan B1
  • Ujian level A1, A2 dan B1
  • Biaya kost kamar (full furniture)
  • Konsumsi bersama
  • Biaya conversation sehari-hari dalam bahasa Jerman
  • Kursus kemandirian
  • Pelajaran etika untuk Jerman

Belum termasuk: biaya listrik, internet, belanja tambahan yang sifatnya bukan primer, dan juga 2,5 juta deposit

Latar Belakang

Sejak akhir 2013 setelah kembali ke Jerman dan menapakkan kaki di kota Döbeln, serta mulai membangun hubungan dengan beberapa pelajar Indonesia di Leipzig yang berjuang saat itu untuk lulus ujian penerimaan STK (Studienkolleg) di Jerman, maka saya beserta keluarga di Indonesia terkejut, karena banyaknya fakta-fakta, bahwa banyak calon-calon pelajar Indonesia tertipu dan menderita oleh perbuatan agen-agen biro jasa yang mengirimkan mereka ke Jerman, karena ternyata apa yang tertulis di penawaran di Indonesia sama sekali berbeda dibandingkan dengan kenyataannya di Jerman (serta tidak ada perbaikan dan pertanggungjawaban).

Saya pergi untuk kuliah di Jerman pada tahun 2000 tanpa memakai jasa agen dan semuanya dilakukan sendiri dengan bekal moral dan bantuan dari orangtua saya. Puji Tuhan saya berhasil melaluinya dengan baik. Saya tahu itu adalah kasih karunia dan kemurahan Tuhan, karena persaingan pada waktu itu di München sangatlah ketat (1 kursi STK diperebutkan sekitar 80 calon mahasiswa).

Saya sangat prihatin melihat banyaknya pelajar Indonesia yang tetap berjuang untuk bisa diterima di STK setelah lewat 6 bulan bahkan 1,5 tahun tinggal di Jerman, atau diterima di STK tetapi gagal naik ke semester 2 atau gagal 2x di salah satu semesternya, sehingga harus di D.O. dan pindah ke STK yang lain, bahkan harus membayar mahal STK privat yang mulai muncul di kota-kota besar di Jerman Timur, khususnya di propinsi saya, Sachsen (Leipzig, Chemnitz, Zwickau).

Contoh : Saya pernah bertemu seorang pelajar Indonesia yang sudah berjuang 2 tahun lamanya untuk bisa masuk lulus diterima di STK, tetap tidak berhasil dan telah menghabiskan Rp. 1 milyar dari orangtuanya, karena ia memang dimanja dan tidak punya disiplin mengatur keuangan budget bulanannya. Kasus ini tidak jarang terjadi karena para pelajar yang gagal ini juga malu dan enggan tentunya untuk kembali ke Indonesia, terpaksa harus berbohong kepada orangtua, atau menjalani hidup tidak jelas sebagai pelarian dan bahkan menjadi penduduk ilegal di Eropa, karena visa pelajar mereka sebenarnya sudah habis masa berlakunya.

Kami selaku keluarga sungguh ingin menolong menciptakan solusi terbaik* untuk bisa membangun kualitas pemuda pelajar dari Indonesia, mempersiapkan mental mereka untuk diberangkatkan ke Jerman, bukan hanya untuk belajar menimba ilmu, tetapi juga untuk bisa memberi dampak, mewarnai komunitas Jerman, dimana mereka diterima di STK dan kemudian kuliah di Universitas atau di Fachhochschule nantinya.

*Menurut pendapat saya konsep yang kami tawarkan belum ada di Indonesia saat ini! Sekiranya memang ada, silahkan dishare infonya kepada kami, supaya kami bisa melakukan study banding.

Untuk mereka yang ingin berinvestasi atau membeli cluster Arkhipus Residence silahkan klik disini!