Melalui proyek-proyek JETZT di kabupaten Mittelsachsen yang boleh saya bangun sejak awal tahun 2016 maka perlahan saya mendapatkan kontak-kontak berharga baik dari pemilik usaha kecil, menengah maupun perusahan besar yang memang membutuhkan tenaga kerja.

Untuk itu mereka pun memberikan pendidikan vokasi yang bisa diikuti oleh para lulusan jenjang setaraf SMA dan SMK.

Program pendidikan vokasi biasanya berjalan selama 3 tahun dan berbeda dengan program kuliah (yang tentunya akan mengeluarkan biaya) adalah bahwa setiap peserta pendidikan vokasi ini malah akan dibayar tiap bulannya (meski jumlahnya tentu dibawah gaji normal) dan setiap tahunnya meningkat sampai program selesai di akhir tahun ketiga. Bahkan tujuan adanya pendidikan vokasi ini karena para peserta diharapkan bisa bisa ditarik langsung masuk bekerja di perusahaan tersebut dengan gaji normal untuk mereka yang baru selesai pendidikan vokasi.

Di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan istilah bidang D3 atau D4. Biasanya 2 minggu kerja dan 2 minggu kerja praktek langsung di perusahaan. Sistem pendidikan vokasi di Jerman adalah yang terunik dan dikatakan terbaik di seluruh dunia sebab tuntuan penguasaan materi dan praktek sangatlah tinggi dan memang di Jerman mereka yang lulus dan bekerja dari selesai pendidikan vokasi dipandang sama seperti mereka yang bekerja lulusan dari jenjang akademis Universitas.

Demikian dibawah ini bisa dilihat sepintas penjelasan mengenai pendidikan vokasi atas channel Deustche Welle (DW) di Indonesia:

Info tambahan bisa dibaca di Deutsche Welle.

Dalam program Pondok Kasih Arkhipus di Jakarta memang kami ingin membangun jembatan langsung khususnya dengan Flores Manggarai dimana anak-anak yang bermimpi untuk bisa belajar bekerja dengan keterampilan di bidang pertukangan atau produksi mesin dan bukan di bangku kantoran serta mau membawa dampak positif di luar Indonesia, maka kami ingin mengayomi dan membimbing mereka dalam jangka panjang. Memang di kabupaten Mittelsachsen hampir tidak ada WNI selain di kota Freiberg (karena ada Universitas Tehnik) dan Döbeln yang saya tempati.

Contoh beberapa perusahaan yang sudah mempercayakan saya untuk mencarikan peminat yang tepat adalah:

  • Kerateam di kota Leisnig (perusahaan produksi ubin)
  • Knobloch di kota Döbeln (perusahaan produksi kotak pos)
  • Gemeinhardt Gerüstbau Service di kota Roßwein (perusahaan jasa pendirian tiang-tiang untuk pekerjaan bangunan)
  • Malermeister Miersch di desa Grünau (perusahaan jasa cat)
  • dan seterusnya yang akan saya update satu demi satu di website ini.

Sebagaimana saya dipercaya oleh warga kota Döbeln sebagai WNI yang membawa dampak positif dalam peningkatan kualitas hidup warga kota melalui bisnis kopi saya maka pemilik dan CEO perusahaan-perusahaan yang tertera di atas ingin bisa ikut serta untuk menerima anak-anak Indonesia ke depannya.

Inilah gambaran sederhana perhitungan gaji pendidikan vokasi yang ditawarkan oleh perusahaan Gemeinhardt Gerüstbau Service*:

  • Tahun pertama: normal 790€/bulan
  • Tahun kedua: normal 990€/bulan
  • Tahun ketiga: normal 1.240€/bulan

*Perusahaan ini bahkan bersedia memberikan 20% gaji diatas normal.

Biaya Program Pondok Arkhipus di Jakarta selama 3 bulan terhitung Rp. 48 juta dan program lanjutan 2 bulan di Jerman terhitung Rp. 48 juta. Total adalah 96 juta. Ditambah biaya pesawat dari Jakarta – Berlin plus pengurusan visa dan lainnya sebelum keberangkatan di Indonesia mungkin dibulatkan ke angka Rp. 20 juta maka total keseluruhan menjadi Rp. 116 juta.

Biaya hidup untuk seorang anak muda saya rasa bisa ditekan di biaya sekitar 600€/bulan (biaya kos, listrik, air, listrik serta belanja bahan pangan untuk masak sendiri, termasuk hiburan rekreasi 1x per minggu), sehingga tiap bulan bisa dilakukan penghematan sekitar 190€. Sekiranya itu disiplin dilakukan selama 12 bulan di tahun pertama maka bisa terkumpul 2.280€ atau Rp. 36,48 juta (dengan asumsi kurs rupiah terhadap euro terhitung 16.000).

Sekiranya disiplin ini diteruskan paling tidak selama 12 bulan di tahun kedua maka penghematan bertambah ke 390€/bulan atau total 4.680€ (Rp. 74,88 juta).

Total penghematan selama 2 tahun di pendidikan vokasi sebesar Rp. 111,36 juta ini sudah bisa menutup keseluruhan biaya ikut serta program Pondok Kasih Arkhipus tentunya.

Sekiranya keluarga besar atau rumpun desa ingin memberangkatkan seorang anak pilihan maka dana yang dikumpulkan bisa dikembalikan dalam kurun waktu 2,5 tahun sebagaimana pemberian contoh diatas.

Sekiranya perusahaan di Jerman memberikan gaji diatas tarif diatas maka saya tetap yakin bahwa selama dilakukan disiplin penghematan per bulannya maka pengembalian dana bisa sudah dilakukan sebelum akhir tahun kedua. Memang semua tergantung kembali pada disiplin dan komitmen setiap anak muda untuk berhemat dan kami rasa paling tidak di akhir tahun ketiga jumlah diatas bisa terkumpul dan dibayarkan kembali ke pihak keluarga atau rumpun desa. Bahkan diharapkan akhir tahun ketiga bisa liburan selama 2-3 minggu kembali ke Flores untuk menceritakan langsung semua pengalalaman berharga yang telah terkumpul selama 3 tahun pendidikan vokasi di Jerman tersebut.

Kami selaku keluarga tahu apa kuncinya untuk bisa terjun meleburkan diri ke dalam masyarakat Jerman Timur di kabupaten kami serta berkomitmen membawa prestasi dan menjadi aset sebuah perusahaan sehingga selama 3 tahun tersebut tiap peserta bisa sukses jalani semuanya dan direkrut bekerja di perusahaan yang tentu gajinya di atas dari gaji tahun ketiga.

Untuk lebih tahu mengenai program pendidikan vokasi di Jerman ini silahkan baca nanti lebih lanjut penjelasan-penjelasan mengenai masing-masing perusahaan dan apa yang dicari/dibutuhkan oleh mereka. Tidak setiap peminat bisa kami salurkan sebab kaitannya erat dengan ketertarikan dan motivasi dari tiap peserta termasuk nantinya perusahaan memilih yang mana yang diterima.