*Foto diatas adalah acara “Weißes Dinner 2016” yang diselenggarakan oleh komunitas DÖBELN.jetzt yang telah saya bangun bersama teman-teman saya di kota tersebut yang adalah para wirausahawan dan pemimpin perusahaan. Jelas untuk bisa berinteraksi dalam komunitas ini di pedalaman Jerman Timur sungguh dibutuhkan kemampuan tinggi untuk bisa berinteraksi. Saya tahu apa yang saya selaku WNI bisa kontribusikan di tengah masyarakat Jerman di wilayah ini. Ilmu, kemampuan dan pembelajaran saya inilah yang akan menjadi bahan materi program dibawah ini.

Program ini adalah kursus komunikasi dalam bentuk kelompok kecil (2-6 orang) yang memang dikhususkan untuk mereka yang telah mengikuti kursus bahasa Jerman level A1, A2, B1 dan B2 – entah di SMA seperti Santa Ursula atau lembaga kursus bahasa seperti Goethe Institut. Ini adalah program penunjang dan titik berat program ini ada pada pengasahan keberanian peserta untuk berinteraksi dalam bahasa Jerman – khususnya juga untuk bisa mempunyai mentalitas yang sehat, karena bangga menjadi putra-putri yang dilahirkan di Indonesia!

Program dimulai di minggu ke-3 bulan Febuari 2019 dan akan selesai di minggu ke-1 bulan April 2019.

Kami tentu akan berusaha memasukkan para peserta ke level yang sama, sehingga mereka bisa saling memotivasi satu sama lain untuk mengasah kemampuan mereka untuk berani berbicara dan juga berani bertanya, karena rasa ingin tahu mereka mempelajari mindset dan budaya serta pribadi anak muda Jerman yang secara tidak langsung akan menjalin hubungan dengan mereka yang mengikuti program ini.

Kursus Komunikasi ini berlangsung selama 60 menit setelah waktu pulang sekolah. Bisa dilakukan di :

  • SMA dimana kami akan membangun kerjasama dalam penggunaan ruangan kelas, sehingga para murid bisa mengikuti program langsung sepulang sekolah mereka. 
  • Di Kediaman rumah ibu saya. Para murid harus mengatur sendiri dengan jadwal untuk datang ke alamat tersebut tepat waktu. (Privat transport)

Selama waktu kursus, 100% hanya akan berbicara bahasa Jerman. Kakak saya dan ibu saya akan memimpin masing-masing 1 kelompok per jamnya dan mereka akan memandu pembahasan tema-tema yang akan kami akan bagi atau breakdown dalam waktu 10 minggu berturut-turut.

Yang sangat spesial dan unik dalam program ini adalah ikut sertanya beberapa warga Jerman dari kota Döbeln, khususnya customer reguler saya yang ingin memberi kontribusi untuk program ini. Ada seorang Ibu bernama Steffi Robak yang bekerja di salah satu koran di kota kami (Döbelner Allgemeiner Zeitung) sebagai jurnalis serta ada 2 orang anak muda kelas 10 baik di LGD Gymnasium dan juga Oberschule.

Setiap minggunya mereka mengambil waktu untuk datang ke KAFFEEkostBAR, supaya pembicaraan tentang setiap tema yang akan dibahas mereka bisa direkam.

Kakak dan ibu saya di kelompoknya, akan merekam pembicaraan di kelompok masing-masing dan akan diupload kepada saya di Döbeln, sehingga saya bisa menunjukkan kepada 2 anak muda di Döbeln tsb, sehingga secara tidak langsung akan ada hubungan perkenalan yang bisa terjalin.

Setiap minggunya ada PR (Pekerjaan Rumah) yang harus dikerjakan, supaya setiap peserta bisa mempersiapkan catatan mereka untuk melatih berbicara sesuai tema yang akan dibahas bersama. Hasil rekaman dari anak muda di Jerman juga akan diberikan supaya dialek dan logat bahasa Jerman dari daerah Jerman Timur atau negara bagian “Sachsen” yang kental tetap bisa didengar dicerna ulang.

Di Jerman Utara, Selatan, Timur dan Barat (kecuali yang di Tengah) biasanya kental dengan dialek yang asli daerah tersebut dan kebanyakan anak-anak Indonesia yang menapakkan kaki pertama kalinya di Jerman meski sudah bisa level B2-2 atau C1 tetap akan menyadari, bahwa mereka tidak mengerti bahasa Jerman dengan dialek tersebut. Sekiranya mereka berada disana untuk mengikuti ujian masuk ke Studienkolleg di daerah tersebut, maka dengan program kursus komunikasi ini, mereka sudah dipersiapkan. Apabila mereka sudah biasa mendengar logat dialek Sachsen yang tergolong susah, maka nantinya bisa cepat beradaptasi di Jerman daerah lainnya!

Sebenarnya di program homestay POKAPUS kami bisa juga mengadakan “Skype Conference (SC)” secara langsung dengan kedua murid Jerman kelas 10, tetapi untuk program ini yang memang ada diluar konsep homestay maka karena ada perbedaan waktu 6 jam antara Indonesia WIB dengan Jerman, SC tidak bisa diaplikasikan sebelum jam 21 WIB. Untuk itu solusinya adalah konsep Kommunitkationsunterricht ini!

Waktu Kursus

(akan disesuaikan dengan waktu di sekolah yang bersangkutan sekiranya ini diadakan di lokasi sekolah)

15.00 – 16.00 // 16.00 – 17.00 // 17.00 – 18.00 (hari Senin atau Rabu atau Jumat)

Biaya Kursus

 (per 55 menit, 1x seminggu)

  • Kelompok 2 orang: Rp. 250k /peserta atau total 2 juta untuk 8 sesi/ 8 minggu/ peserta
  • Kelompok 3 orang : Rp. 200k /peserta atau total 1,6 juta untuk 8 sesi/ 8 minggu/ peserta
  • Kelompok 4 orang : Rp. 165k /peserta atau total 1,32 juta untuk 8 sesi/ 8 minggu/ peserta
  • Kelompok 5 orang : Rp. 125k / peserta atau total 1 juta untuk 8 sesi/ 8 minggu/ peserta
  • Kelompok 6 orang: Rp. 100k /peserta atau total 800k untuk 8 sesi/ 8 minggu/ peserta

Untuk sesi pertama tidak ada pengikatan ke program yang memang dirancang untuk waktu 8 minggu berturut-turut. Cukup membayar 1x pertemuan saja. Sekiranya kursus di pertemuan pertama sangat dirasakan manfaat positifnya, maka akan ada pengikatan untuk 7 sesi berikutnya dan pembayaran sepenuhnya harus dibayarkan sekaligus di sesi kedua untuk 7 sesi berikutnya*.

*Sekiranya peserta sakit di hari tertentu, maka ia bisa ikut kursus kelas di minggu yang sama, tetapi pembagian jadwal skan mengikuti keputusan kami.

Pendaftaran

Christa Sihombing WA/Line/HP 0817 600 76 78 atau Joesi Sihombing WA/Line/HP 0816 1666 402