Melalui acara pameran besar “WERKSCHAU – Kreative Wirtschaft” yang kami ikuti di akhir April 2019 lalu, kami dibukakan akses pintu oleh perusahaan Jerman bernama Cinector GmbH yang berlokasi di kota Mittweida untuk bisa jalin hubungan dengan perguruan tinggi di kota tersebut.  Di kabupaten kami memang hanya ada 2 perguruan tinggi yang berlokasi di 2 kota yang berbeda. Technische Universität Bergakademie ada di kota Freiberg dan sekolah tinggi dengan ilmu praktek terapan yang dikenal di Jerman dengan nama Fachhochschule.

Ditemani oleh Gerry saya mengambil waktu berkenalan dengan Student Advisor yang bernama Ibu Worbs-Reichenbach.

Pembicaraan kami membuahkan hasil yang baik dimana saya bisa mempresentasikan fakta-fakta dilema mengenai perjuangan para pelajar asal Indonesia yang menapakkan kaki di Jerman sekaligus sesungguhnya melihat peluang untuk bisa menjadikan kota ini sebagai opsi yang baik bagi mereka yang ingin menimba ilmu dengan titik berat di bidang media dan tehnik.

Kota ini terletak tidak jauh dari kota Chemnitz dan juga punya cukup banyak mahasiswa asing. Disayangkan tampaknya tidak ada pelajar asal Indonesia di kota ini. Kemungkinan besar ini dikarenakan tidak adanya komunitas Indonesia.

Keuntungan kuliah di kota kecil ini di mata saya adalah:

  • Rendahnya biaya kos dan hidup
  • Rendahnya biaya kuliah per semesternya
  • Akses yang lebih mudah kepada dosen pembimbing/profesor
  • Belum adanya komunitas Indonesia disana
  • Jarak ke kota Chemnitz yang tidak jauh (sekitar 20-40 menit naik bus)