Sebagaimana telah kami infokan kepada Pak Lodovikus Vadirman beserta sebagian pengurus ASNIKOM (Asosiasi Petani Kopi Manggarai) yang kembali saya kunjungi (disertai kakak saya, Christa Sihombing, dan juga ibu saya, Ibu Dwi) Januari 2018 kemaren, bahwa saya dan istri di Jerman sudah mulai mengerjakan konsep franchise KAFFEEkostBAR. Inilah nama coffee bar kami yang kami telah presentasikan logo serta visi misinya kepada para customer Jerman kami di Döbeln sejak akhir Febuari 2018. Di coffee bar inilah kopi specialtiy dari ASNIKOM dipresentasikan (diracik menjadi minuman)  dan dijual secara kemasan dengan merek dagang Kaffee Batavia yang dikhususkan untuk semua kopi speciality asal Indonesia.

Mulai pertengahan tahun 2018 ini konsep dan strategi telah selesai dikerjakan dan siap untuk diaktifkan/dipromosikan secara selektif kepada para customer kami di Jerman yang nantinya ingin membuka coffee bar ini di lokasi-lokasi lainnya di Jerman/Eropa.

Contohnya: Ada customer reguler kami yang baru saja pensiun dan berniat untuk menjadi investor untuk kami bisa membuka KAFFEEkostBAR di Dresden-Neustadt, tepatnya di dalam areal Kunsthofspassage yang memang salah satu obyek wisata turis disana. Sayangnya di bulan September beliau harus kembali menyuntikkan dana untuk salah satu bangunan yang dimiliki sehingga rencana investasi harus ditangguhkan dahulu.

Kami tetap berencana untuk mengaktifkan lokasi tersebut dengan crowd funding di platform Jerman bernama Startnextsebab obyek tersebut sangatlah strategis dan pemilik memberikan kami perkenannan dengan membatasi waktu kepada kami hingga akhir Januari 2019 untuk bisa mengumpulkan dana dan renovasi ruangan sesuai konsep KAFFEEkostBAR kami.

Franchise dibuka untuk anggota ASNIKOM

Di dalam filosofi dagang “Prinsip 2 Raja” yang telah kami bangun dalam hubungannya dengan ASNIKOM maka kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa harkat dan martabat petani kopi dijunjung tinggi, bahkan dirangkul, supaya nantinya merekapun bisa menjadi pemilik usaha KAFFEEkostBAR di tempat dimana mereka ingin membangun kehidupan dan masyarakat dimana mereka berada. Ini bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar NKRI.

Sejak kami mengenal mulai mengenal para petani ASNIKOM memang kami melihat pribadi-pribadi raja-raja dan ratu-ratu Flores yang adalah petani kopi sederhana dengan segala hal yang baik yang telah diletakkan Tuhan dalam kepribadian dan juga budaya mereka. Sudah selayaknya mereka pun diberikan penyuluhan lanjut serta kesempatan untuk bisa menjalankan usaha coffee bar/roasting. Ini hanya bisa kami lakukan sepenuhnya dalam ruang lingkup konsep KAFFEEkostBAR.

Petani kopi yang awalnya sederhana bisa bertumbuh menjadi pengusaha/pemilik usaha coffee bar supaya mereka pun bisa lanjut mengayomi dan membangun daerah asal mereka, yaitu memberikan lapangan kerja serta mempresentasikan produk-produk hasil bumi dan kerajinan tangan terbaik mereka untuk dunia – baik di Indonesia maupun internasional.

Untuk semua pembiayaan yang tentu akan membebani petani kopi yang sederhana, tentu akan ada perhitungan “langkah demi langkah” dan bisa juga mengaktifkan semacam crowd funding yang kami akan jajal di platform Jerman.

Persyaratan: Awal dari semuanya haruslah ada komitmen untuk mengirim perwakilan orang yang tepat dari keluarga untuk mengikuti 3 bulan program Pondok Arkhipus, selanjutnya 3 bulan pelatihan di Döbeln (atau Dresden) untuk menjadi barista, roaster dan store manager. Artinya total investasi hidup mengikuti semua program ini adalah hanya min. 6 bulan saja.

Franchise dibuka juga untuk pihak umum/international

Berawal dari semua upaya kami untuk warga pulau Flores, demikian juga kami terbuka dalam konsep franchise KAFFEEkostBAR untuk mewarnai dunia Internasional. Konsep ini tentunya dibuka juga untuk umum selain para petani kopi ASNIKOM. Silahkan mengambil kontak dengan kami di Döbeln ataupun keluarga saya di Jakarta di Pondok Arkhipus.

Kami sudah mendapat permintaan untuk konsep franchise ini bisa diterapkan di Rostock (Jerman Utara)Paraguay, Korea Selatan dan bahkan di Gran Canaria. Tentu kita tidak melupakan Eric yang telah menginvestasikan hidupnya selama 5 bulan lebih di Flores dimana kami dengan keluarga besar ASNIKOM bersemangat melihat realisasi perintisan KAFFEEkostBAR di Kenya dan dengan begitu bisa menyebar juga di benua Afrika.

Persyaratan: Sama halnya seperti untuk anggota ASNIKOM tentunya! Meskipun dananya juga lebih ada, pelatihannya harus tetap dilakukan di Döbeln, Jerman Timur, dan untuk itu harus ada komitmen untuk datang dan terjun training disini, sebab kaitannya adalah untuk melihat dan untuk terjun, praktek kerja langsung, minimal 3 bulan disini.

Sungguh kami bersyukur bisa melihat perlahan-lahan, bahwa apa yang kami bangun dengan skala yang amat kecil di pedalaman Jerman Timur (dengan semua kritik-kritik yang bersuara lantang bahwa visi dan misi yang kami lakukan sungguh mustahil untuk dilakukan) ternyata benar bisa bertumbuh menjadi lebih besar dan tentu akan membawa dampak bahkan ke seluruh pelosok dunia. Semua proses dan keberhasilan di tiap musim pertumbuhan tentu kami panjatkan untuk kemuliaan Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Inilah bukti bahwa apa yang kami bangun bukanlah hasil pekerjaan manusia semata-mata tetapi jelas ada turut campur Yang Maha Kuasa didalamnya!