Memang Starbucks tidak bermain di liga yang sama dengan kami yang 100% menghayati standar kualitas “specialty coffee” dan tetap saya bisa belajar dari apa yang diangkat di film dokumentasi ini.

ARTE yang adalah saluran televisi Perancis mengerjakan riset ini dan juga ditayangkan juga di televisi nasional Jerman bernama das Erste di pertengahan tahun 2018 ini! Film ini mengangkat fakta-fakta mengenai Starbucks yang disayangkan tidak baik adanya. Film ini kemungkinan hanya bisa ditonton di Eropa/Jerman.

Banyak sekali yang bertentangan dengan konsep KAFFEEkostBAR kami –  seperti beberapa contoh dibawah ini:

  • Kami ingin menjalin hubungan dengan customer kami sehingga kami ambil waktu untuk membangun hubungan dengan mereka. Starbucks hanya mewajibkan dapat nama depan tiap-tiap pembeli untuk berikan kesan “mengenal” padahal tetap tidak kenal karena yang dikejar pada akhirnya adalah tekanan dari perusahaan untuk kejar omset harian/bulanan/tahunan mereka di tiap-tiap tempatnya.
  • Petani kopi ASNIKOM sungguh bisa dikenal secara tidak langsung oleh para customer kami – melalui presentasi tentang mereka di dalam KAFFEEksotBAR. Kami tidak beli dari “middle men” melainkan dari koperasi yang memberikan akses langsung ke petani perorangan. Kami tidak kejar quantity melainkan quality!
  • Sejak awal kami sangat perhatikan kesehatan sehingga kopi hitam sebagaimana adanya adalah apa yang kami jual paling banyak karena memang kami berikan wawasan kepada calon-calon pembeli kami: please jangan tambah gula – jangan tambah susu – jangan pake sirup! Sekiranya tetap ada yang mau pemanis tentu saja kami berikan tetapi setidaknya tiap pembeli mendapat wawasan bagaimana bisa menikmati kopi secara sehat!