Sudah tiba waktunya bagi kami untuk melibatkan massa pendukung dari konsep KAFFEEkostBAR yang telah kami presentasikan di Döbeln untuk diaktifkan di ibukota propinsi Saxony kami yaitu di Dresden dengan lokasi sangat strategis yaitu di bagian kota bernama Äußere Neustadt (disingkat Neustadt) atau dulunya bernama awal Königs Vorstadt (terj. Kota Depannya Raja). Bukan itu saja: kami mendapat kesempatan untuk menyewa ruangan di Kunsthofpassage yaitu salah satu tempat terpopuler di Neustadt yang sering menjadi tempat tujuan para turis-turis domestik dan internasional.

Prelude

Melalui proyek punkt-JETZT yang saya bangun sejak awal 2016 di kabupaten saya memang saya telah mengaktifkan banyak toko-toko di Dresden khususnya di Neustadt yang ikut mempresentasikan majalah-majalah proyek kami sehingga ketika kembali di bulan Juli kemaren saya kunjungan ke sana untuk membagikan brosur-brosur terbaru maka saya menemukan toko Teerausch yang sedang ditutup dan tertera di pintu informasi bahwa dicari penyewa toko yang baru. Saya telah menghubungi pemilik toko Teerausch yang juga telah mempresentasikan majalah kami dan dia sangat suka ide saya untuk membuka KAFFEEkostBAR di Kunsthofpassage. Sang pemilik gedung pun telah dihubungi dan beliau bersedia memberikan tempat tersebut untuk kami pakai tanpa adanya tambahan kenaikan harga sewa.

Di bulan September/Oktober tadinya kami berharap bahwa salah seorang calon peminat franchise kami sungguh siap untuk aktifkan lokasi tersebut tetapi ternyata karena salah satu obyek propertinya tiba-tiba butuh suntikan dana maka kami jadinya tidak bisa langsung bergerak. Sang pemilik gedung kembali beberapa kali menghimbau saya untuk cepat bereaksi karena mulai awal Januari tahun depan toko yang saat ini sampai akhir tahun ini berubah fungsi menjadi pop-up store bernama “Schau Schau” akan kosong dan beliau menginginkan kami untuk cepat mengaktifkan konsep kami di ruangannya dan untuk itu kami butuh pendanaan yang cepat.

Kenapa Crowdfunding

Kami telah berinvestasi banyak sejak 2013 untuk merintis dan menjalankan semua usaha kami di kota kecil kami yang bernama Döbeln dan karena ini kota kecil maka investasi kami belum kembali dan cukup berat buat kami untuk mengaktifkan KAFFEEkostBAR dengan pembiayaan sendiri di Dresden-Neustadt yang tentu biaya sewa per bulannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di Döbeln.

Melalui realita event HandmaDDemarkt di Dresden yang kami ikuti di pertengahan Oktober kemaren sungguh saya banyak mendapat dukungan moral dari para pecinta kopi asal Dresden yang telah merasakan cita rasa kopi serta mengerti “Prinsip 2 Raja” yang sungguh membanggakan sekiranya ini sungguh bisa diaktifkan di kota mereka yaitu di Dresden.

Maka dari event tersebut saya merasa sekaranglah saatnya kami untuk memobilisasi para pendukung setia kamibaik warga kota Döbeln yang mencintai apa yang kami kerjakan termasuk juga customer kami di Dresden. Tentu saja yang membaca situs ini diperbolehkan untuk mendukung dengan berapapun dana yang ingin diberikan atau dengan membantu meneruskan informasi ini kepada siapapun yang berniat membantu.

Di platform STARTNEXT kami telah publish semua pemikiran kami dengan juga melibatkan Eric dari Kenya untuk bisa dilatih menjadi store manager sebelum dia akan kami kirim kembali ke Kenya untuk merintis KAFFEEkostBAR disana dengan tentunya mempresentasikan kopi specialty asal Flores Manggarai, Indonesia, yang tentu dikerjakan seluruhnya oleh keluarga besar ASNIKOM yang telah mengangkat Eric menjadi salah satu putra mereka juga!

Tujuan Yang Mulia

Tentu gambaran besarnya di masa depan adalah perjuangan Eric nantinya adalah terus mengayomi para petani kopi kecil dari daerah Meru di kaki gunung Mount Kenya supaya disanapun kopi specialty dengan perawatan bio-organic bisa dikerjakan disana dan kami di Jerman bisa lanjut presentasikan kopi tersebut – baik di Döbeln dan Dresden tentunya!

Dengan adanya KAFFEEkostBAR di Dresden maka kami siap melatih orang-orang muda seperti Eric (yang tentunya sudah melakukan homestay di Flores Manggarai Timur) atau bahkan petani kopi ASNIKOM yang juga ingin mendapat pelatihan yang sama supaya nantinya di Indonesia pun akan ada KAFFEEkostBAR yang dimiliki dan dijalankan mereka.

Hasil Akhir

Tgl. 20 Januari kemaren aksi galang dana ini berakhir dengan hasil 10 supporter dengan total dana 220€ tertera pada platform STARTNEXT – artinya baru mencapai sekitar 1,2% saja.

Memang waktunya sangat kurang cukup untuk bisa komunikasikan visi misi kami khususnya di Dresden karena saya 3 minggu harus meluangkan waktu sesuai rencana jangka panjang untuk datang kembali ke Flores, Bali dan Jakarta.

Terlepas dari itu saya dapat dukungan dari salah seorang adik ipar yang ingin menyuntikkan dana sekitar 30% dari total dana yang dibutuhkan. Kami akan melihat 1 minggu ini apakah ada lagi beberapa investor yang ingin membantu.